Kamis, 28 September 2017

Detox Alami - DETOX pada tubuh terutama pada usus pencernaan kita begitu banyak pencemaran yang begitu kotor oleh makanan yang penuh dengan zat kimia. Proses detox pada usus kita ini adalah cara tepat bagi anda yang mengalami perut buncit, berat badan semakin naik, perut buncit, kegemukan, mudah sakit-sakitan dan sebagainya. Bagaimana caranya? simak berikut ini:

Alergi sering kambuh, insomnia, kelelahan atau kulit bermasalah bisa menjadi indikasi bahwa jumlah toksin yang menumpuk dalam tubuh melebihi kemampuan sistem pembuangan. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan terapi atau program detoks tambahan.


Tujuan detoks adalah membersihkan dari zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, polusi, sekaligus memperbaiki sistem pembuangan tubuh. Organ yang memegang peran kunci dalam proses detoksifikasi adalah liver dan saluran usus.

"Tubuh memang punya mekanisme pembersihan sendiri yakni melalui buang air besar (BAB). Tapi berapa banyak yang rutin BAB setiap harinya? Lagi pula tidak semua kotoran keluar dari tubuh, sebagian akan menempel di dinding usus besar dan menjadi racun seiring waktu," papar dr.Catherine Tjahjadi, ahli detoksifikasi.

Karena itu, menurutnya, proses BAB yang tidak lancar (konstipasi), sama halnya dengan tertimbunnya "sampah" di usus. Bahayanya adalah racun-racun ini bisa  kontak dengan dinding usus dan menyebabkan peradangan.

Di dalam usus besar juga masih terjadi proses penyerapan. "Yang diserap bukan cuma air tapi juga vitamin dan mineral yang masih dibutuhkan tubuh. Tidak ketinggalan toksin-toksin. Sehingga kita akan mengalami autointoksikasi atau keracunan oleh tubuh kita sendiri," imbuh dokter dari Klinik Suisse Jakarta ini.

Melalui proses detoks, kotoran yang bertahan dan berkerak di usus besar bisa dikeluarkan. Detoks bisa dilakukan dengan cara dari luar ke dalam, seperti hanya mengonsumsi buah dan serat saja.

MENGAPA PERLU DETOKS? APA MANFAATNYA?

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.

Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.

Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk prosespencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil.

Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun.

Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangiampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks.

Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh. Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.



MANFAAT DETOKS BAGI TUBUH DAN KESEHATAN:
>• Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
>• Menurunkan kelebihan berat badan.
>• Meningkatkan energi.
>• Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
>• Pengeruta tumor (jika ada).
>• Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
>• Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
>• Memperbaiki daya ingat.
>• Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dsb.
>• Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
>• Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
>• Meningkatkan daya tahan tubuh.

EFEK DARI DETOX

Setelah menjalankan proses Detox pelangsing tubuh, kondisi kesehatan kita akan meningkat secara signifikan. Masalah kesehatan seperti flu, demam dan iritasi kulit kadangkala muncul dan harus ditanggapi secara positif, karena ini adalah tanda dari tubuh kita yang sedang “membuang” toxin. Pada tahap awal Detox, kulit kita seringkali menjadi tidak bersinar dan timbul noda, karena tubuh kita sedang membiasakan diri dengan hilangnya toxin dan setelah beberapa saat akan terbiasa dan kulit menjadi lebih bersinar dan berseri.

SIAPA YANG HARUS MENGHINDARI DETOX PELANGSING TUBUH ?

Anak anak dibawah 18 tahun, wanita hamil dan yang sedang menyusui, pasien yang baru sembuh dari penyakit dan lansia diatas umur 65 tahun dianjurkan tidak melakukan Detox. Jika anda mengidap penyakit tertentu atau sedang dalam pengobatan, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum menjalankan program Detox.

BAGAIMANA TUBUH KITA MEMBUANG RACUN?

Tubuh manusia di rancang untuk mengatasi toxin, merubah dan atau membuangnya secara otomatis. Hati (Liver) adalah organ utama untuk proses Detox. Hati merubah toxin menjadi senyawa tidak berbahaya sehingga mereka dapat “dibuang”dengan aman. Ginjal bertugas menyaring limbah dari darah dan dibuang melalui urine. Usus, lambung dan system pencernaan manusia “menyaring” makanan yang tidak dapat dicerna dan toxin dan mengatur pembuangannya .

Paru-paru mengatur pembuangan gas berbahaya seperti carbon dioksida yang dihasilkan oleh sel-sel dan menyaring gas beracun yang kita hirup melalui pernafasan. Kulit menghilangkan toxin melalui keringat dan sebum (minyak kulit) serta dengan melepas sel kulit mati. System kelenjar getah bening (Lymphatic System) membawa limbah yang terlalu besar bagi pembuluh darah ke simpul-simpul kelenjar getah bening (lymph nodes) untuk diproses lebih lanjut pembuangannya oleh Hati melalui pembuluh darah.

PROSES DETOX BISA DENGAN RAMUAN HERBAL ALAMI FIFORLIF

Tepat sekali buat anda yang berada di website ini. Membersihkan kotoran dan sampah pada usus anda, cukup dengan mengkonsumsi fiforlif fiber khusus detox secara alami setiap hari. Karena kandungan fiforlif fiber ini, sangat efektif di bidangnya untuk membersihkan sampah pada perut yang berasal dari makanan banyak bengandung zat kimia, pengawet, dll.


http://agenjualfiforlifsurabaya.tokofiforlif.net/p/agen-fiforlif-di-surabaya.html




Admin || Agen Resmi Fiforlif produk Detox Racun pada tubuh


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pesan ke WA Otomatis

Popular Posts